Robot trading adalah sistem yang menjalankan transaksi saham secara otomatis dengan menggunakan suatu algoritma sehingga pengguna tidak perlu repot memantau pasar saham.
Robot trading merupakan algoritma indikator yang diprogram untuk membantu menganalisa pasar secara teknikal atau grafik. Artinya, robot trading sebatas menjadi tools yang membantu para trader.
Robot trading di saham misalnya, terdapat sekuritas yang menghadirkan fitur automated ordering yang di dalamnya ada direct market access dan/atau algoritma trading. Robot trading di saham umumnya bersifat mengotomasi transaksi dan pelaporan.
Jadi, keputusan masih tetap ada di tangan investor sehingga robot trading hanya membantu menjalankan eksekusi transaksi agar investor/trader tidak kehilangan momentum.
Jenis investasi yang sering menggunakan robot trading adalah investasi forex.
Kelebihan dan Kelemahan Robot Trading
Kelebihan | Kekurangan |
Bisa Beroperasi selama 24/7
Robot trading bisa bekerja setiap saat tanpa beristirahat. Robot trading akan mengawasi serta melihat pergerakan pasar setiap saat dan melakukan tindakan yang tepat. Sehingga keuntungan trader tidak akan terlewatkan.
| Masih Memerlukan Pengawasan secara Reguler
Meskipun robot trading sangat keren dan banyak membantu trader, namun tetap membutuhkan pantauan dari trader-nya. Sehingga trader/investor tetap harus bekerja dan memastikan robot trading melakukan tugasnya dengan baik.
|
Menangkap Peluang Lebih Cepat
Kita sebagai manusia memiliki keterbatasan, mempunyai rasa lelah dan perlu beristirahat sehingga sangat sulit untuk melakukan trading sendiri. Sedangkan dengan menggunakan robot trading, trader dapat memindai pasar, mendapatkan peluang berdasarkan parameter, melihat pergerakan pasar dan mengambil tindakan dengan cepat dan tepat.
| Mengeluarkan Biaya
Dalam menggunakan robot trading ternyata harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal. Biaya ini digunakan untuk membayar sewa server virtual pribadi. |
Multitasking
Terkadang bisa sangat sulit menjadi multitasking, namun robot trading bisa melakukannya. Robot ini dapat bekerja secara otomatis dan melakukan tugas yang banyak mulai dari target profit, order stop-loss, entry dan exit. Bahkan, robot forex dapat melihat mata uang asing secara bersamaan serta melakukan riset dan membuat operasi yang banyak.
| Rentan Gagal Teknis
Walaupun dapat bekerja secara otomatis, trader tetap harus memonitor kinerja robot trading, karena gangguan teknis dapat terjadi sewaktu-waktu, baik dari internal robot atau faktor eksternal. |
Tidak Memiliki Emosional
Tidak seperti manusia yang memiliki perasaan dan logika, di mana jika keduanya bertentangan, maka menyebabkan emosional berlebih. Beberapa emosional yang sering dialami manusia saat bermain trading adalah ketakutan, keserakahan, prasangka serta asumsinya sendiri. Emosi inilah yang menyebabkan aktivitas trading menjadi kacau.
| Kurang Mampu Menyesuaikan Diri pada Kondisi Market Tertentu
Sangat disayangkan robot trading tidak dibuat untuk bisa beradaptasi dengan situasi tersebut. Hal itu dikarenakan pada dasarnya cara berpikir robot trading didesain secara linear. Sedangkan ketika rilis berita maka pergerakan bergerak secara fluktuatif dan acak. |
Fitur-Fitur Baru Terus Diperbarui dan Berkembang
Seiring dengan berkembangnya proses pengembangan robot trading maka, semakin banyak juga fitur-fitur baru yang ikut berkembang untuk mengikuti dinamika pasar. Beberapa diantaranya adalah fitur news filter dan invisible mode (untuk menghindari broker yang stop loss – hunting). | Memerlukan Ketrampilan Khusus untuk Menggunakannya
Karena proses di robot trading forex berjalan full otomatis, maka di saat-saat tertentu dimana kondisi market diluar dari biasanya. Jadi sangat disarankan disarankan untuk menggunakan robot trading forex jika memang sudah cukup berpengalaman dalam trading ya. Selain itu, trader juga perlu memiliki ketajaman intuisi untuk mengetahui kapan kondisi market tidak kondusif. |
Performa Trading Berkualitas Tinggi
Performa dari robot trading forex dapat diukur dengan jelas karena robot ini selalu konsisten mengikuti standar pemogramannya. Pada umumnya, performanya dapat diukur dengan metode backtest dan forward testing. | Tidak Semua Broker Mengijinkan Penggunan Robot Trading Forex
Apabila banyak trader yang menggunakan robot trading forex maka bisa saja server broker terbebani oleh antrean panjang dari order market. Pada situasi tersebut, bisa saja server broker mengalami lag atau freeze. Jadi, untuk menghindari lag dan freeze server, beberapa broker akan melarang penggunaan robot trading forex di tipe akun atau pair tertentu. |


EmoticonEmoticon